Bisnis Terbaik Sejagat
“Bisnis
apa sih yang peluangnya terbesar
saat ini?” “Bisnis apa mas yang paling bikin cepet kaya?” “Bisnis yang paling cepet balik modal apa mas?” “Apa sih usaha yang paling menguntungkan saat ini?” “……. yang menjanjikan masa depan?” . Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang
biasa seringkali dipertanyakan pengusaha pemula. Namun sebenarnya apa sih
bisnis yang paling manis saat ini?
Mungkin yang ada di kepala sobat sekalian jawabannya adalah property, investasi emas, saham, retail, kuliner.
Mungkin juga sobat indopreneurs pernah mengikuti seminar-seminar kunci sukses!, Jalan pintas kayaraya!, Pintu Menuju Sukses!, Obat Mujarab untuk Sukses!. Apakah usaha anda sesukses yang diiming-imingkan?
Mungkin yang ada di kepala sobat sekalian jawabannya adalah property, investasi emas, saham, retail, kuliner.
Mungkin juga sobat indopreneurs pernah mengikuti seminar-seminar kunci sukses!, Jalan pintas kayaraya!, Pintu Menuju Sukses!, Obat Mujarab untuk Sukses!. Apakah usaha anda sesukses yang diiming-imingkan?
Jika "iya", ya syukur. Berarti anda melakukannya dengan benar. Namun bagaimana dengan yang tidak? Apa yang salah? Waktu seminar kelihatannya semua benar dan logis? Semua yang diajarkan terasa real? Apakah seminar-seminar itu bohong?
.
.
.
.
.
.
Jawabannya tak lain adalah "Bisnis yang dibuka, bukan ditanyakan terus-menerus. Kapan mau mulai, kalau Anda terus bertanya?" (Kata mas Jaya Setiabudi selaku mentor di YEA). Memang benar sobat indopreneur, jika kita tidak mulai-mulai membuka usaha, pelan-pelan peluang itu pun akan tertutup. Jadi sebenarnya bukan seminarnya yang salah, tapi anda yang tidak bergerak setelah seminar tersebut.
.
.
.
.
.
.
Jawabannya tak lain adalah "Bisnis yang dibuka, bukan ditanyakan terus-menerus. Kapan mau mulai, kalau Anda terus bertanya?" (Kata mas Jaya Setiabudi selaku mentor di YEA). Memang benar sobat indopreneur, jika kita tidak mulai-mulai membuka usaha, pelan-pelan peluang itu pun akan tertutup. Jadi sebenarnya bukan seminarnya yang salah, tapi anda yang tidak bergerak setelah seminar tersebut.
Sering kali
orang menyalahkan keadaan diluar diri mereka, dan membenarkan tindakan mereka
untuk tidak memulai usaha. Hanya karena mereka tidak merasa bahwa membuka usaha
itu adalah hal yang mendesak.
Tahukah
anda mengapa orang yang berpendidikan tinggi cenderung jadi karyawan dibanding
orang yang berpendidikan rendah? Karena orang yang berpendidikan tinggi terlalu
memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan negative, dan ditambah rasa takut kehilangan zona nyaman yang
memperkuat rasa ‘kemungkinan negative’ tersebut, sehingga
kemungkinan-kemungkinan positifnya tenggelam. Sementara orang yang berpendidikan
rendah, tidak terlalu memikirkan kemungkinan-kemungkinan negative, bahkan hampir
selalu memikirkan kemungkinan positifnya saja.
Secara teori, jika mereka sama-sama start buka usaha, jelas yang akan berhasil duluan
adalah yang berpendidikan tinggi.
Namun, karena rasa takut kehilangan zona nyaman
itu mengalahkan rasa ‘kemungkinan berhasil’, maka mereka memulai pun tidak. Jika memulai saja tidak, bagai
mana mau berkembang? Lain halnya dengan yang berpendidikan rendah, mereka akan
dengan percaya diri memulai usaha
mereka, walau mereka cenderung melakukan trial and error, tapi hanya merekalah yang berkemungkinan
untuk sukses usahanya. Karena minimal
mereka start membuka usahanya.
Namun,
memang benar tidak semua orang berpendidikan rendah usahanya akan sukses. Karena
selama trial and error, akan ada seleksi alam. Bagi yang mentalnya tidak kuat,
jelas akan jatuh, dan menyerah, dan tidak memulai usaha lagi. Akhirnya bernasib
sama dengan semua orang yang tidak membuka usaha.
Dengan
begitu, sobat dapat simpulkan dengan sangat jelas bahwa usaha yang bisa sukses hanyalah
usaha yang dibuka. Jadi janganlah berhenti memulai, karena kalaupun gagal,
selalu akan ada hal yang dapat dipelajari!
Anda jangan trauma dengan kegagalan, karena itu hanya akan menghambat bahkan
membuat anda tidak berani untuk memulai kembali usaha anda. Karena trauma itu
sebenarnya adalah pilihan kita sendiri, mau disimpan atau mau dilupakan! ”Hanya andalah yang mampu menentukan
suasana hati anda,dan jangan biarkan keadaan diluar menentukan suasana hati anda.”
(buku 7 habits of highly effective people)
Singkat
cerita, dulu saat saya sedang menikmati liburan kenaikan kelas (saya masih
kelas 4 sd), saya dan keluarga mengunjungi kebun stroberi dekat bogor. Setelah puas
menaiki kuda mengelilingi kebun, saya disuruh untuk berfoto bersama kuda
tersebut. Lalu saya ingin merangkul kuda tersebut, secara tidak sengaja saya
menyentuh telinga kuda tersebut. Lalu kuda tersebut seperti menundukan kepala
dan mencium perut saya yang masih kecil, tiba-tiba mulut kuda tersebut
menggigit perut saya. Mendadak saya pun kaget dan menangis kesakitan. Namun sampai
sekarang saya tidak trauma terhadap kuda, mungkin kebanyakan anak kecil umur
segitu akan trauma dengan kuda. (true story)
Dari cerita
diatas dapat disimpulkan bahwa trauma itu datangnya dari diri kita sendiri,
dipicu oleh kejadian luar. Jadi sebenarnya hanya diri kita sendirilah yang
dapat menghapus trauma tersebut. Jangan anda menunggu orang lain untuk merubah
anda, dan jangan jadikan itu alasan untuk tidak mencoba lagi! Karena anda akan
sama saja nasibnya dengan yang tidak membuka usaha.
Jadi
intinya, bisnis yang terbaik adalah adalah "Bisnis yang dibuka, bukan ditanyakan terus-menerus. Kapan mau mulai, kalau Anda terus bertanya?" – Jaya Setiabudi.
Bagaimana
sobat indopreneurs? Sudah tau bisnis terbaik sejagat? Hehehe.
Trimakasih
sobat indopreneurs, terutama yang telah membaca artikel pertama sampai artikel
yang ketiga. Jika sobat indopreneur suka, mohon di like page YoungIndoPreneur,
dan meng-share artikel saya. Dan bagi yang merasa ada yang tidak berkenan, monggo,,,
silahkan post di page YoungIndoPreneur, saya akan dengan senang hati berdiskusi
dengan anda.
Mohon
berikan feedback dan kritikan sebanyak-banyaknya untuk postingan berikutnya ^^
